Segera setelah test drive ZERO Citroën C-pada kita  awal pekan ini, menjadi jelas bahwa di sini bahwa mobil listrik ini menawarkan kinerja cukup dan rentang untuk menjadi pilihan yang layak bagi banyak pengendara.

Baik di luar dan kursi pengemudi, C-Zero hampir tidak bisa dibedakan dari mobil kota lainnya. Ini adalah mobil sepenuhnya listrik  yang dapat Anda harapkan dengan empat kursi berukuran penuh, bagasi 166 liter, power steering, ABS, kontrol traksi, ESP, jendela listrik, enam airbag dan pendingin udara.

Kinerja akan cukup untuk sebagian besar pemakaian dalam kota. C-Zero memiliki kecepatan maksimum 80mph, memiliki waktu 0-62mph dari 15 detik dan mampu untuk perjalanan 80 mil, selama siklus gabungan standar, sebelum pengisian baterai yang perlu.Sebuah biaya yang lengkap memakan waktu enam jam, sedangkan biaya 80% mungkin hanya 30 menit menggunakan pengisi daya yang cepat.

Seorang juru bicara untuk transportasi Asosiasi Lingkungan (ETA) mengatakan: “Di jalan C-Zero merasa hidup, tapi ini hampir tidak titik seperti mobil - titik jual yang unik adalah emisi knalpot tidak ada dan nol suara mesin.
Berapa Citroen C-ZERO biaya?

C-Zero sedang dibangun dalam kemitraan dengan Mitsubishi dan sebagai bentuk saham tersebut dan komponen, selain dari interior, dengan i-MiEV.

I-MiEV diharapkan biaya lebih dari £ 35.000 ketika mulai dijual akhir tahun ini, dan sementara itu besar kemungkinan Citroen akan mencoba untuk membuat harga C-Zero lebih cocok dengan sewa baterai secara terpisah, jangan mengharapkan untuk bersaing dengan harga setara bensin dan diesel.

(disadur dari situs terkait)

Rachmatunnisa - detikOto
Gambar
Nissan Leaf

Jepang - Produsen mobil Jepang Nissan, menelurkan terobosan baru berupa sistem yang membuat mobil listrik dapat dikendalikan dan diawasi dengan iPhone atau ponsel cerdas lainnya. Sistem tersebut ditanamkan pada mobil listrik mereka Nissan Leaf.

Ketika tidak sedang mengendarai mobil, pengendara tetap bisa mengawasi keadaan mobil mereka. Contohnya, mengetahui berapa banyak tenaga baterai mobil yang masih tersisa. Ketika mobil ditinggalkan saat mengisi ulang baterai pun mereka bisa menyeting agar mobil mengirim pesan ke iPhone ketika baterai sudah penuh.

Dikutip dari Daily Mail, Jumat (14/5/2010), Nissan Leaf yang ditenagai baterai lithium-ion dapat menempuh jarak hingga 160 km dengan kecepatan maksimal 145 km per jam.

“Sistem ini merupakan perangkat modern yang akan menjadi bagian alamiah dari pengalaman yang didapatkan pengguna Nissan LEAF,” kata Chief Product Specialist Nissan Tooru Abe berpromosi.

Abe juga menambahkan, dengan sistem ini Nissan ingin agar mobil mereka benar-benar dapat menjadi partner sejati bagi si pengemudi.


Spesifikasi Nissan Leaf

Mobil Nissan Leaf
Kapasitas 5 penumpang
Mesin Listrik
Baterai NEC Lithium-ion
Jangkauan 160 km
Waktu pengisian baterai mobil Satu malam atau 30 menit dengan pengisian cepat
Harga Rp 294 juta di Jepang

( ash / ddn )

1. Kerugian akibat kehilangan waktu
Kemacetan mengakibatkan waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama, sehingga banyak waktu yang hilang selama diperjalanan.
Jarak yang sama jika dalam keadaan normal bisa ditempuh dalam 1 jam, karena kemacetan menjadi 2 jam. Masyarakat telah kehilangan waktu 1 jam diperjalanan.
Bagi masyarakat yang berprofesi sebagai pengusaha atau pedagang mengalami kehilangan kesempatan. kerugian ini secara nominal bisa sangat besar, bahkan bagi beberapa orang yang profesional bisa bernilai milyaran rupiah.
Bagi masyarakat yang berperan sebagai orang tua, mengalami kehilangan waktu untuk mendidik anaknya.
Masalah ini tanpa disadari adalah kerugian negara yang terbesar, karena kerugian ini tidak bisa dinilai dengan uang. Masa depan bangsa Indonesia berada
ditangan generasi penerus yang dididik oleh orang tua dengan waktu sedikit. Pendidikan orang tua secara langsung adalah fondasi bagi anak-anak di masa depannya.
Bagi pelajar/mahasiswa, kehilangan waktu untuk berkarya dan belajar.
Bagi supir, kehilangan produktifitasnya yang berimbas kepada pendapatannya.
Dan berbagai profesi elemen masyarakat lainnya.
Jika rata waktu hilang oleh kemacetan untuk berangkat kerja 1 jam dan pulang kerja 1 jam, maka setiap harinya setiap orang kehilangan 2 jam.
Berapa jumlah orang-orang yang beraktifitas di jakarta setiap harinya? kalikan dengan jumlah hari dalam setahun (misalnya 300 hari).
Misal ada 1 juta orang yang beraktifitas setiap hari, maka total jam kerugiannya adalah
1 juta orang x 2 jam x 300 hari = 600 juta jam.
Jika waktu 1 jam setiap orang dinilai Rp. 10.000 (walaupun banyak orang yang nilainya lebih besar) maka total kerugian adalah Rp. 6 Triliun.
Jika ada 5 juta orang setiap harinya, angka itu tinggal dikalikan lagi.

2. Kerugian subsidi BBM
Setiap kendaraan yang terjebak dalam kemacetan akan menggunakan bahan bakar yang lebih banyak dibandingkan kendaraan itu berjalan.
Rasio konsumsi bahanbakar dengan jarak tempuh akan semakin besar. Misalnya dalam pemakaian normal konsumsi 1 liter untuk 10 km, maka dalam keadaan macet
Konsumsi bahan bakar menjadi 1 liter untuk 6 Km dengan kata lain lebih boros. Mayoritas pengguna kendaraan bermotor di Jakarta menggunakan BBM bersubsidi
Semakin besar konsumsi BBM bersubsidi ini maka subsidi pemerintah akan semakin banyak. Dan subsidi ini hanya digunakan untuk menambah polusi udara.
Ironis sekali bukan?

3. Kerugian usia pakai komponen kendaraan bermotor
Ketika kendaraan terjebak dalam kemacetan, mesin tetap dinyalakan. Waktu operasi mesin tetap bertambah, Sehingga usia pakai mesin akan berkurang.
umur oli mesin juga berkurang. demikian juga komponen lainnya. ketika kondisi kemacetan yang tersendat istilah yang umum digunakan adalah padat merayap.
kopling dan rem sering digunakan sehingga kedua komponen ini semakin cepat rusak, apalagi jika jalan penuh dengan tanjakan.
berapa jumlah kendaraan bermotor di Jakarta? kalikan nilai komponen jumlah kendaraan bermotor ini dengan usia pakainya yang hilang.

4. Kerugian kesehatan akibat polusi kendaraan bermotor
Sudah sangat jelas, jalanan yang macet akan menyebabkan polusi udara yang tinggi. Karena mesin kendaraan yang dinyalakan dalam posisi diam
akan mengeluarkan gas-gas beracun dari kondisi pembakaran yang tidak sempurna. Apalagi kondisi kemacetan yang padat merayap. Jumlah gas-gas beracun yang dihasilkan akan semakin banyak.
Polusi udara dari kendaraan bermotor dapat menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Atas. Selain itu bisa menyebabkan sakit kepala bagi yang alergi.
Gas CO yang dikeluarkan oleh knalpot kendaraan jika dalam ruangan tertutup dapat mengakibatkan kematian. Bagi anak-anak gas beracun ini bisa menurunkan fungsi otak,
sehingga tingkat intelegensia menjadi rendah.
Pernahkah terpikirkan bahaya polusi udara oleh masyarakat di perumahan/tempat tinggalnya dijadikan jalan tikus oleh pengendara bermotor dengan tingkat kemacetan yang tinggi?
Saat ini biaya berobat semakin mahal, otomatis polusi udara akan menimbulkan dampak yang sangat mahal bagi kesehatan masyarakat.

5. Kerugian kesehatan akibat depresi
Tanpa disadari oleh banyak pihak, masyarakat Jakarta sudah terkena depresi ringan akibat kemacetan yang terjadi setiap hari kerja. Gejalanya terlihat dari perilaku mayoritas pengendara motor di jalan raya.
Mereka cenderung saling serobot dan cenderung tidak tidak disiplin. Bagi mayoritas warga lainnya sudah tampak tanda-tanda sering mengeluh, cepat marah dan mudah tersinggung.
Kesemua itu adalah ciri-ciri orang yang terkena depresi ringan. Berapa biaya terapi ahli kesehatan yang harus dikeluarkan untuk mengobati deperesi yang diderita masyakarat Jakarta?

6. Mahalnya anggaran transportasi berdampak kenaikan harga barang
Dengan bertambah lamanya waktu tempuh mengakibatkan utilisasi kendaraan angkutan yang rendah, produktifitas tenaga supir yang rendah, pemakaian bahan bakar yang tinggi dan
semakin pendeknya usia pakai komponen kendaraan bermotor. Semua komponen harga itu dimasukkan ke dalam ongkos angkut dan dibebankan kepada konsumen ke dalam harga barang.
Harga barang yang seharusnya bisa lebih murah, menjadi lebih mahal. Semua ini akibat dari kemacetan.

7. Rendahnya produktifitas, karena lelah diperjalanan
Semakin lama seseorang duduk di kendaraan selama perjalanan akan membuat orang menjadi lelah, baik sebagai penumpang apalagi pengemudinya.
Energi menjadi banyak yang hilang selama diperjalanan, yang berimbas kepada produktifitas.
Nominal kerugiannya adalah jumlah produktifitas yang hilang dari setiap orang dikalikan jumlah masyarakat Jakarta yang beraktifitas setiap harinya.

Selain kerugian-kerugian secara langsung di atas, masih banyak lagi kerugian tak langsung yang diakibatkan oleh kemacetan di Jakarta.
Semua itu adalah kerugian yang sudah ditanggung oleh negara dan masyarakat selama ini dan akan menjadi seterusnya jika masalah kemacetan di Jakarta tidak juga diselesaikan oleh pemerintah terutama pemerintah daerah dan jajaran lain yang terkait. Mudah-mudahan kemacetan di Jakarta menjadi topik yang sangat diperhatikan oleh semua pihak, sehingga bisa menjadikan Jakarta menjadi lebih baik.

Di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya , atau bahkan di kota kecil pun sekarang, kemacetan telah menjadi santapan sehari hari. Kemacetan ini telah merubah pola hidup, kesehatan diri dan lingkungan, dan merubah sisi ekonomi. Bagaimana bisa ? mari kita lihat penjelasan berikut.

Kemacetan merubah pola hidup

Bila dulu orang bangun pagi adalah untuk olahraga, mengurus halaman rumah dan membaca koran sambil minum kopi sebelum pergi kerja, maka kini telah berubah.  Orang cenderung bangun lebih pagi agar bisa cepat-cepat mengejar berangkat ke kantor karena takut terjebak macet. Dan apa yang terjadi, semua orang berfikir demikian, sehingga akhirnya kemacetan pun menjadi tidak terelakkan.

Dengan terjebak kemacetan, kendaraan sekencang apapun, akan stuck dan tidak bergerak. bahkan akan berlaku, semakin besar cc kendaraan, semakin besar pula emisi yang timbul saat pertama melakukan akselarasi dari berhenti ke laju.
Kemacetan merubah pola kesehatan diri

Tentunya, dengan kita bermacet-macetan di jalan , mungkin bisa menghabiskan waktu 30-60 menit di jalan hanya untuk terjebak macet, tentunya akan mengganggu kesehatan kita. Semakin lama kita duduk di kendaraan, semakin banyak juga resikonya, minimal kram. Bila kita mengendarai mobil, ac yang kita gunakan akan memberikan dampak seminimal apapun itu. Bila kita mengendarai motor, tentunya akan terkena resiko menghirup asap knalpot kendaraan yang mengandung banyak racun. Dan yang tidak kalah berbahayanya, emosi , atau psikis kita akan terganggu karena setiap hari kita menghadapi masalah yang sama, yang tidak terselesaikan.
Kemacetan merubah kesehatan lingkungan.

Dengan kemacetan yang panjang dan lama, bayangkan berapa banyak karbon / asap kendaraan yang terbakar/ dihasilkan. Berapa banyak jalan yang rusak akibat ceceran oli / air ac yang bercampur dengan panasnya udara mengenai aspal. Asap kendaraan yang dihasilkan akan menyebabkan pemanasan global akibat efek rumah kaca. Belum lagi panas dari mesin mobil menyebabkan panasnya suhu lokal, ditambah asap tebal yang menganggu pernafasan. Sungguh banyak sekali kerugian yang ditimbulkan akibat kemacetan. Deru knalpot, mesin menambah kebisingan / polusi suara. Menambah dampak stress yang tinggi di kalangan pengguna jalan raya.
Kemacetan berdampak pada ekonomi.

Walau kita mungkin sering mendengar kalau kemacetan adalah salah satu indikasi hidupnya perekonomian suatu daerah, karena berarti roda ekonomi sedang berputar, tapi jelas kerugian yang ditimbulkan akibat kemacetan sangatlah besar. Konon uang yang terbakar dan melayang saat macet di jakarta sebanding dengan lebih dari 1 milyar sehari.
Bandingkan dengan penggunaan EV !

  1. EV tidak menghasilkan asap dan panas mesin, karena tidak ada pembakaran. So, tidak ada polusi udara sama sekali yang dihasilkan.
  2. Saat macet tidak ada bedanya dengan parkir, karena energi tidak ada yang digunakan. Sehingga macet ataupun tidak, konsumsi energi EV tetap sama.
  3. Akselerasi EV dari 0 km/jam sangat cepat, sehingga saat mengantri di jalan, dari posisi diam ke laju tidak membutuhkan waktu yang lama, artinya antrian akan terurai dengan cepat.
  4. Ukuran EV cenderung dibuat lebih kecil (untuk mengurangi bobot kendaraan) sehingga jumlah EV yang dapat ditampung di jalan pun relatif lebih banyak.
  5. Walaupun kecepatan maksimum EV relatif rendah, namun untuk mobilitas di dalam kota, rasanya kecepatan bukan segalanya, yang penting adalah kecepatan rata-rata yang dapat dicapai tetap stabil.
  6. Suara yang ditimbulkan dari EV hampir nol, kecuali suara “whusss” dari desiran angin yang ditimbulkan EV. Tentunya ini akan mengurangi resiko stress di jalan raya bukan?

Rasanya, penjelasan itu cukup memberikan pandangan lain mengapa kita harus menggunakan EV sebagai alat transportasi kita.

Next Page »